Friday, November 30, 2012

Manusia dan Kegelisahan



Manusia dan Kegelisahan
Kegelisahan adalah kekhawatiran atau kecemasan seseorang terhadap suatu hal. Kegelisahan itu dapat terjadi apabila sesorang sedang merasa takut atau khawatir terhadap suatu hal, sehingga tidak tenang hati dan tingkah lakunya, maka orang tersebut akan merasa gelisah. Kegelisahan juga merupakan suatu ekspresi dari kecemasan, karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan.
Contoh dari kegelisahan misalnya, jika seorang anak pergi ke luar tidak pamit dengan orang tuanya, maka orang tua anak tersebut pasti akan merasa gelisah. Namun terkadang gelisah juga dapat membuat seseorang menjadi frustasi. Misalnya jika ada seorang anak yang sedang sakit parah, tetapi menurut dokter , anak tersebut tidak bisa disembuhkan. Maka akan membuat orangtua tersebut menjadi gelisah yang berkepanjangan sehingga timbulah rasa frustasi.
Jadi, cara mengatasi kegelisahan itu adalah mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir jernih, sehingga kita dapat mengatasi segala kesulitan yang sedang kita alami. Setelah itu, kita harus memasrahkan semua yang terjadi kepada Tuhan. Dengan cara tersebut, maka kita akan selalu berpikir positif, sehingga tidak akan merasa gelisah.



Friday, November 23, 2012

Manusia dan Tanggung Jawab



Manusia dan Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran dari diri manusia akan tingkah laku dan perbuatannya, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab itu adalah bagian dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, semua manusia harus memiliki rasa tanggung jawab, karena segala sesuatu yang kita lakukan pasti dibutuhkan pertanggungjawabannya. Jika tidak, maka akan ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu.
Misalnya, ada seseorang pemuda yang sedang membawa motor, lalu dengan tidak sengaja, pemuda itu menabrak seorang nenek-nenek yang sedang menyebrang di jalanan. Walaupun pemuda itu tidak sengaja, tetapi dia harus mempertanggungjawabkannya. Apabila pemuda itu tidak mau bertanggungjawab, maka pihak lain seperti polisi atau warga akan memaksa pemuda itu untuk bertanggung jawab.
Tanggung jawab juga berkaitan dengan kewajiban. Maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.Tanggung jawab timbul karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia merasa bertanggungjawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya


Thursday, November 15, 2012

Manusia dan Pandangan Hidup


Manusia dan Pandangan Hidup
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup, karena pandangan hidup itu dapat menentukan masa depan seseorang. Jadi pandangan hidup itu dapat diartikan sebagai pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Jika seseorang tidak mempunyai pandangan hidup, maka ia akan tidak jelas dalam hidupnya, karena kalau kita mempunyai pandangan hidup, maka kita akan mempunyai pedoman, arahan, atau petunjuk untuk menjalani hidup di dunia ini menjadi lebih baik.
Pandangan hidup juga bisa diartikan yaitu dengan mengagumi seseorang dan mencontoh kebaikan orang tersebut, maka secara tidak langsung kita bisa menganggap orang tersebut menjadi salah satu  pedoman hidup kita. Misalnya jika kita mengagumi sesorang karena keberhasilannya dalam bekerja. Maka kita akan mencontoh kebaikan dan hal-hal positif yang dilakukan orang tersebut, agar kita bisa menjadi sukses seperti mereka atau menjadi lebih baik lagi dengan cara kita sendiri dan tetap menjadi diri kita sendiri.
Pandangan hidup juga mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan / kepercayaan. Yang dimaksud dengan cita-cita adalah suatu keinginan manusia yang dapat dicapai dengan usaha, kerja keras dan perjuangan. Sedangkan tujuan yang akan dicapai adalah kebajikan. Kebajikan itu adalah segala sesuatu hal yang baik yang dapat membuat manusia hidup  makmur, bahagia, damai dan tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.



Thursday, November 8, 2012

Ilmu Budaya Dasar - Manusia dan keadilan



Manusia dan Keadilan
Menurut saya keadilan itu adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama. Makna dari keadilan tersebut adalah keadilan dapat memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana..
Ada berbagai macam keadilan yaitu keadilan legal atau keadilan moral, keadilan distributif, dan keadilan komutatif.  Keadilan legal atau keadilan moral adalah keadilan dan hukumnya merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Keadilan distributif adalah keadilan yang akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama. Dan keaadilan komutatif adalah keadilan yang bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum, keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam rnasyarakat.
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya dan sesuai dengan kenyataan yang ada. Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur. Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa di dalam kehidupan ini manusia sangat membutuhkan keadilan. Seandainya manusia tidak diperlakukan seadil mungkin, manusia itu akan menjadi manusia pemberontak atau manusia yang anarkis. Dalam kehidupan bernegara pasti dijunjung tinggi yang namanya keadilan. Tanpa adanya  keadilan hidup tidak akan terasa damai, karena orang orang akan merasa iri atau tidak adil. Dengan adanya keadilan dalam hidup, hidup akan lebih indah dan lebih sejahtera serta hidup akan terasa harmonis. apabila keadilan ini berjalan dengan seadil adilnya.

Thursday, November 1, 2012

Ilmu Budaya Dasar - Manusia dan Penderitaan



Manusia dan Penderitaan

Menurut saya penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Namun disisi lain suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Tujuan manusia hidup di dunia adalah mendapatkan kebahagiaan/kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia.
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia. Sedangkan penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan hidup, sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Oleh karena itu, manusia memang tidak selamanya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan, siksaan dll dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Tetapi penderitaan tidak selamanya berpengaruh negatif dan merugikan, penderitaan juga merupakan energi pendorong untuk menciptakan manusia-manusia besar.

Thursday, October 25, 2012

Manusia dan Keindahan



Manusia dan Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, molek, cantik, elok dan sebagainya. Menurut saya, keindahan identik dengan kebenaran. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan baru jelas jika dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.
Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Karena itu keindahan merupakan bagian dari hidup manusia. Keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Nilai yang berhubungan terhadap sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut Nilai Estetik. Nilai itu ada yang membedakan yaitu antara nilai subyektif dan nilai obyektif. Tetapi penggolongan yang paling penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik. Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai Intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.