Friday, April 24, 2015

Perairan Indonesia (Rawan Penyelundupan Ballpress)



Perairan Indonesia
Rawan Penyelundupan Ballpress

Pangkalan Brandan, Dumai, dan Kepulauan Riau menjadi pintu muatan pakaian bekas dari Malaysia. Pakaian bekas atau ballpress dari Singapura menembus Pulau Sumatra melalui Batam. Sementara wilayah Sulawesi kebobolan ballpress dari Malaysia melalui rute Tawao menuju Palu atau Makassar. Ballpress selundupan dari Makassar kemudian disebarkan ke Pulau Jawa melalui Surabaya.
Pola penyelundupan ballpress dari Singapura lebih lihai. Sebelum menembus wilayah Indonesia, ballpress Singapura dikirim ke Dili, ibu kota Timur Leste, menggunakan kapal kargo kontainer. Timor Leste memang mengimpor ballpress secara legal. Dari Dili ballpress kemudian disebar kebeberapa titik di Indonesia bagian timur seperti Maumere dan Pulau Wanci.

Titik-titik rute penyelundupan dari garis pantai Indonesia menjadi fokus patroli Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Terhitung sejak 2013 hingga awal 2015 sebanyak 25.627 koli ballpress diamankan Ditjen Bea Cukai.
Pada Februari 2015, Kapal Patroli Laut Kanwil DJBC Sulawesi BC 9005 menangkap KLM Putri Tanjung yang membuat ballpress dari Pelabuhan Tawao untuk diselundupkan ke Pelabuhan Kolaka Utara Sulawesi Tenggara.

KLM Putri Tanjung mengangkut ballpress sebanyak 2.300 bal yang setara dengan 230 ton senilai Rp 9,2 Miliar. “Kami benar-benar serius terhadap impor ilegal. Menurut Peraturan Menteri Perdagangan tahun 2002 pakaian bekas dilrang di impor ke Indonesia. Bea Cukai melakukan 43 penindakan pada 2013 hingga 2015. Satu kali penindakan itu satu kapal”, ujar Rinto Setiawan, Humas Ditjen Bea dan Cukai Kementrian Keuangan RI.

“Garis pantai Indonesia terpanjang kedua di dunia. Penyelundupan bisa dilakukan tidak hanya pada pagi hari, tapi juga malam hari. Tidak hanya dengan kapal-kapal besar, tapi juga perahu kecil yang dioprasikan masyarakat setempat yang pulang pergi (melewati perbatasan), “paparnya.

Selain ballpress, Ditjen Bea Cukai juga waspadai penyelundupan narkotika melalui rute udara dan laut. Dalam kurun satu tahun pada 2014, tercatat 90 kaskus penyelundupan narkotika terjadi di kawasan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Terminal kedatangan penerbangan internasional menjadi titik utama pada kurir memasukkan narkotika ke indonesia. Sebanyak 32 kasus penyelundupan narkotika terbongkar di pintu kedatangan Terminal 2D, 9 kasus di Terminal 2E, dan enam kasus di Terminal 3.

Hasil pengawasan  KPPBC TMP Soekarno-Hatta terhadap Bea dan Cukai sepanjang 2014 telah menambah pemasukan negara sekitar Rp 3 miliar. “Penerimaan Bea Cukai di bandara pada 2014 memenuhi target. Awalnya kami menargetkan Rp 3,2 miliar tapi alhamdulillah masukan Rp 3,3 miliar sementara penerimaan pajak sebesar Rp 15,6 miliar. Targetnya pada 2015, ada pemasukan Bea Cukai sebesar Rp 3,5 miliar. Itu target awal, tapi mungkin di pertengahan tahun akan dinaikan menjadi Rp 3,8 miliar”, ujar Okto.
Resensi :
1.      Data Publikasi
a.       Judul : Perairan Indonesia (Rawan Penyelundupan   
                     Ballpress)
b.      Penulis : Mega Oktaviani
c.      Penerbit: Suara Pemred, Tahun II, Edisi 20, April 2015
d.      No. Halaman : 39 - 41
e.      Ragam Bahasa : Ekonomi
2.      Sinopsis/Ringkasan
Pangkalan Brandan, Dumai, dan Kepulauan Riau menjadi pintu muatan pakaian bekas dari Malaysia. Pakaian bekas atau ballpress dari Singapura menembus Pulau Sumatra melalui Batam. Sementara wilayah Sulawesi kebobolan ballpress dari Malaysia melalui rute Tawao menuju Palu atau Makassar. Ballpress selundupan dari Makassar kemudian disebarkan ke Pulau Jawa melalui Surabaya.
Titik-titik rute penyelundupan dari garis pantai Indonesia menjadi fokus patroli Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Terhitung sejak 2013 hingga awal 2015 sebanyak 25.627 koli ballpress diamankan Ditjen Bea Cukai.
Pada Februari 2015, Kapal Patroli Laut Kanwil DJBC Sulawesi BC 9005 menangkap KLM Putri Tanjung yang membuat ballpress dari Pelabuhan Tawao untuk diselundupkan ke Pelabuhan Kolaka Utara Sulawesi Tenggara.
Selain ballpress, Ditjen Bea Cukai juga waspadai penyelundupan narkotika melalui rute udara dan laut. Dalam kurun satu tahun pada 2014, tercatat 90 kaskus penyelundupan narkotika terjadi di kawasan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Terminal kedatangan penerbangan internasional menjadi titik utama pada kurir memasukkan narkotika ke indonesia. Sebanyak 32 kasus penyelundupan narkotika terbongkar di pintu kedatangan Terminal 2D, 9 kasus di Terminal 2E, dan enam kasus di Terminal 3.
Hasil pengawasan  KPPBC TMP Soekarno-Hatta terhadap Bea dan Cukai sepanjang 2014 telah menambah pemasukan negara sekitar Rp 3 miliar. “Penerimaan Bea Cukai di bandara pada 2014 memenuhi target. Awalnya kami menargetkan Rp 3,2 miliar tapi alhamdulillah masukan Rp 3,3 miliar sementara penerimaan pajak sebesar Rp 15,6 miliar. Targetnya pada 2015, ada pemasukan Bea Cukai sebesar Rp 3,5 miliar. Itu target awal, tapi mungkin di pertengahan tahun akan dinaikan menjadi Rp 3,8 miliar”, ujar Okto.
3.      Keunggulan
Keunggulan dari artikel tersebut adalah sangat jelas dan  terperinci dalam menjelaskan kasus/permasalahan yang ada pada Rawan  Penyelundupan Ballpress
4.      Kelemahan     
Kelemahan dari artikel tersebut adalah banyak terdapat kalimat yang kurang efektif antara kalimat pertama dan kalimat selanjutnya, dan terdapat kesalahan pada tanda baca.
5.      Saran
Saran saya agar artikel tersebut menjadi lebih baik adalah dengan memperhatikan kalimat yang satu dengan yang lainnya dan juga memperhatikan posisi tanda baca yang tepat agar pembaca cepat dapat memahami artikel tersebut.