Thursday, November 8, 2012

Ilmu Budaya Dasar - Manusia dan keadilan



Manusia dan Keadilan
Menurut saya keadilan itu adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama. Makna dari keadilan tersebut adalah keadilan dapat memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana..
Ada berbagai macam keadilan yaitu keadilan legal atau keadilan moral, keadilan distributif, dan keadilan komutatif.  Keadilan legal atau keadilan moral adalah keadilan dan hukumnya merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Keadilan distributif adalah keadilan yang akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama. Dan keaadilan komutatif adalah keadilan yang bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum, keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam rnasyarakat.
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya dan sesuai dengan kenyataan yang ada. Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur. Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa di dalam kehidupan ini manusia sangat membutuhkan keadilan. Seandainya manusia tidak diperlakukan seadil mungkin, manusia itu akan menjadi manusia pemberontak atau manusia yang anarkis. Dalam kehidupan bernegara pasti dijunjung tinggi yang namanya keadilan. Tanpa adanya  keadilan hidup tidak akan terasa damai, karena orang orang akan merasa iri atau tidak adil. Dengan adanya keadilan dalam hidup, hidup akan lebih indah dan lebih sejahtera serta hidup akan terasa harmonis. apabila keadilan ini berjalan dengan seadil adilnya.

Thursday, November 1, 2012

Ilmu Budaya Dasar - Manusia dan Penderitaan



Manusia dan Penderitaan

Menurut saya penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Namun disisi lain suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Tujuan manusia hidup di dunia adalah mendapatkan kebahagiaan/kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia.
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia. Sedangkan penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan hidup, sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Oleh karena itu, manusia memang tidak selamanya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan, siksaan dll dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Tetapi penderitaan tidak selamanya berpengaruh negatif dan merugikan, penderitaan juga merupakan energi pendorong untuk menciptakan manusia-manusia besar.

Thursday, October 25, 2012

Manusia dan Keindahan



Manusia dan Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, molek, cantik, elok dan sebagainya. Menurut saya, keindahan identik dengan kebenaran. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan baru jelas jika dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.
Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Karena itu keindahan merupakan bagian dari hidup manusia. Keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Nilai yang berhubungan terhadap sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut Nilai Estetik. Nilai itu ada yang membedakan yaitu antara nilai subyektif dan nilai obyektif. Tetapi penggolongan yang paling penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik. Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai Intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

Thursday, October 18, 2012

Tugas Ilmu Budaya Dasar - Manusia dan Cinta Kasih


Manusia dan Cinta Kasih

Menurut saya, cinta adalah rasa sayang yang mendalam yang pasti dimiliki oleh setiap manusia. Cinta itu bermacam-macam bentuknya, misalnya cinta kepada Tuhan, cinta kepada orang tua, atau cinta kepada seseorang. Setiap manusia pasti mempunyai rasa ingin mencintai dan dicintai, karena dengan adanya cinta bisa membuat hidup manusia itu menjadi lebih indah dan bahagia. Tetapi tidak selamanya cinta itu indah, terkadang cinta itu bisa sangat menyakitkan apabila tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan, apa yang diperkirakan, dan apa yang kita harapkan.
Sedangkan, kasih adalah bentuk pemberian ungkapan sebuah rasa yang telah kita miliki kepada orang lain. Kita bisa mengasihi kepada siapapun meski kita tidak mempunyai rasa cinta. Karena kasih bisa juga diartikan memberi, namun rasa kasih ini tidak harus ada rasa yang mendalam seperti rasa cinta. Rasa kasih itu bisa kepada siapapun tanpa harus mengenal dekat orang tersebut, sedangkan rasa cinta biasanya adalah berasal dari orang orang terdekat mereka .
Manusia dan cinta kasih jelas sangat berhubungan, karena Tuhan telah memberikan rasa cinta dan mengasihi kepada setiap umatnya, tidak memandang agama, atau perbedaan lainnya. Tuhan memberikan kelebihan ini karena manusia di takdirkan untuk hidup saling berdampingan. Rasa ini diberi agar kita dapat bersosialisasi dengan damai, indah dan saling memikirkan satu sama lain, karena tiap cinta kasih kita pada sesuatu hal atau suatu makhluk itu berbeda-beda dan memiliki batasan-batasan tertentu.

Thursday, October 11, 2012

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan




Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan

Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya. Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya. Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya.
Pada dasarnya sastra dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu prosa dan puisi. Prosa adalah cerita rekaan yang didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal yang dipakai pada roman, novel dan cerita pendek. Prosa adalah karya sastra yang disusun dalam bentuk cerita secara bebas, yang tidak terikat rima dan irama. Prosa mempunyai dua jenis yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama meliputi Dongeng-dongeng, Hikayat, Sejarah, Epos, Cerita pelipur lara.  Prosa baru meliputi Cerita pendek, Roman/ novel, Biografi, Kisah dan Otobiografi.
Nilai-nilai dalam prosa fiksi yaitu memberikan kesenangan, keistimewaannya pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa tersebut. Memberikan informasi, fiksi memberikan sedikit informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Memberikan warisan cultural, prosa fiksi dapat menstimulasi imaginasi dan warisan budaya bangsa. Dan  memberikan keseimbangan wawasan, lewat prosa fiksi sesorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu.
Sedangkan puisi adalah hasil karya yang berasal dari hasil ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, yang secara padu dan utuh di padatkan kata-katanya. Dalam menulis puisi, terdapat beberapa point utama yang diutamakan, diantaranya tema, suasana, imajinasi, amanat, nada, suasana dan perasaan. Beberapa point tersebut dimasukan untuk menarik emosi para pendengar dan pembaca pada saat membaca dan mendengar puisi tersebut.
Sastra dan budaya merupakan dua buah ilmu yang saling memiliki keterkaitan antara satu sama lain. Sastra mempelajari tentang berbagai ilmu seni dan budaya merupakan hasil perluasan atau bisa dibilang budaya merupakan media untuk menyalurkan hasil seni tersebut.

Wednesday, October 3, 2012

Ilmu Budaya Dasar - Manusia dan Kebudayaan


Manusia dan Kebudayaan

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna melebihi ciptaan Tuhan yang lainnya. Manusia terdiri dari jiwa dan raga sebagai kesatuan yang utuh serta akal dan pikiran. Tuhan memberikan akal dan pikiran kepada manusia agar manusia dapat membedakan baik dan buruknya sesuatu yang akan dijalani di dalam kehidupan ini. Selain itu, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain untuk berinteraksi dan saling berbagi satu sama lain.
Sementara itu, kebudayaan adalah objek dari sikap individu manusia. Setiap individu memiliki budaya masing-masing. Di Indonesia memiliki berbagai macam suku dan budaya yang timbul dan berkembang dari individu itu sendiri . Budaya diartikan  juga sebagai segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia. Kebudayaan mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik yang sifatnya material maupun non material.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa manusia berkaitan erat dengan kebudayaan. Manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan itu sendiri merupakan objek yang dilakukan manusia. Keduanya merupakan satu kesatuan. Dan apabila manusia dan kebudayaan itu tidak seimbang, maka tidak akan ada hubungan yang kuat ataupun erat antara manusia dan kebudayaan itu sendiri, dan secara tidak langsung kebudayaan itu akan hilang dengan sendirinya dalam diri manusia.